Kolaka I pa-kolaka.go.id
Memasuki semester kedua tahun 2019, Pengadilan Agama (PA) Kolaka membuat program baru. Semua dilakukan untuk menunjang baiknya layanan pada masyarakat luas, khususnya para pencari keadilan. Program dimaksud diberi nama “JUMRAH”, yang merupakan singkatan dari “Jumat Rapih dan Sehat”.
Hal tersebut disampaikan Ilman Hasjim, Wakil Ketua Pengadilan Agama Kolaka saat memimpin apel pada Jumat sore (5 Juli 2019), bertempat di halaman kantor PA Kolaka. Kegiatan apel pulang itu merupakan rutinitas jelang akhir pekan sebagai “penutup” aktifitas mingguan.
Apel yang dihadiri Ketua, Hakim, dan sebagian besar pegawai PA Kolaka tersebut dilakukan di sela-sela kesibukan menata dan menyempurnakan halaman depan kantor. Kegiatan yang dikerjakan bersama-sama dan dimulai sejak jumat pagi waktu setempat.
“Mulai semester kedua tahun ini, kita memprogramkan kegiatan untuk setiap jumat pagi secara bergantian”, ungkap Ilman Hasjim dalam sambutannya.
“Jika jumat pekan ini ada kegiatan bersih-bersih bersama, maka untuk jum’at pekan depan kita ganti dengan berolahraga bersama. Begitu seterusnya”, sambung Wakil Ketua jebolan strata satu Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
“Jika disepakati, berdasarkan hasil penelusuran dari beberapa istilah, kita dapat menyebutnya dengan nama JUMRAH. Ia merupakan singkatan dari “JUMat RApih dan seHat”, terang Ilman lagi kepada peserta apel.
Untuk kegiatan jum’at sehat, diawali dengan senam “jantung sehat” bersama. Kemudian dilanjutkan dengan beragam olahraga lain, sesuai sarana olahraga yang dimiliki PA Kolaka. Senam sendiri, tidak hanya terbatas pada pegawai aktif saja, tapi dapat diikuti oleh seluruh keluarga besar PA Kolaka.
Tak dipungkiri, kantor adalah tempat menghabiskan waktu seharian. Maka, menata dan membuat nyaman kondisi tempat kita beraktifitas menjadi keharusan. Di samping itu, rutinitas bersih-bersih dan olahraga bersama dapat menjadi ajang merekatkan persaudaraan dan rasa kekeluargaan serta sebagai media menumbuhkan rasa cinta pada lembaga.
Besar harapan, program ini tidak hanya matang dalam rencana. Akan tetapi, yang lebih utama adalah bagaimana merealisasikan dalam tindak nyata untuk masa-masa yang akan datang. Jika berjalan baik, efeknya akan dirasakan juga masyarakat luas. Khususnya para pencari keadilan yang setiap saat selalu datang berkunjung.
(IH)


